DESAIN SINTESIS ASPIRIN DAN MEKANISMENYA
Aspirin merupakan salah satu bentuk aromatik asetat yang paling dikenal dapat disintesa dengan reaksi esterifikasi gugus hidroksi fenolat dari asam salisilat dengan menggunakan asam asetat. Sintesa asam asetil salisilat berdasarkan reaksi asetilasi antara asam salisilat dengan anhidrida asetat dengan menggunakan asam sulfat pekat sebagai katalisator. Aspirin terurai dengan cepat dalam larutan amonium asetat atau asetat, karbonat, sitrat, atau hidroksida logam alkali. Ini stabil di udara kering, tetapi secara bertahap terhidrolisis dalam kontak dengan kelembaban menjadi asam asetat dan salisilat. Dalam larutan dengan basa, hidrolisis berlangsung dengan cepat dan larutan bening yang terbentuk mungkin seluruhnya terdiri dari asetat dan salisilat. Sintesis aspirin diklasifikasikan sebagai reaksi esterifikasi. Asam salisilat diolah dengan asetat anhidrida, turunan asam, menyebabkan reaksi kimia yang mengubah gugus hidroksil asam salisilat menjadi gugus ester (R-OH → R-OCOCH3). Proses ini menghasilkan aspirin dan asam asetat, yang dianggap sebagai produk sampingan dari reaksi ini.
Mekanismenya ( reaksi esterifikasi )
1. Transfer proton dari katalis asam ke atom oksigen karbonil, sehingga meningkatkan elektrofilisitas dari atom karbon karbonil.
2. Atom karbon karbonil kemudian diserang oleh atom oksigen dari alkohol, yang bersifat nukleofilik sehingga terbentuk ion oksonium. 3.
3. Terjadi pelepasan proton dari gugus hidroksil milik alkohol, menghasilkan kompleks teraktivasi
4. Protonasi terhadap salah satu gugus hidroksil, yang diikuti oleh pelepasan molekul air menghasilkan ester.
Agar reaksi berjalan lebih efektif maka dibantu dengan meningkatkan energi kinetiknya. Upaya peningkatan energi kinetik dilakukan dengan cara pengadukan menggunakan magnetic stirrer dan dipanaskan dengan suhu 50°-60° C
Permasalahan
1. Permasalahan ermawati (002)
Asam salisilat merupakan asam yang mengandung dua gugus –OH dan –COOH. Anhidrida asam asetat menyerang gugus fenol dari asam salisilat. Bagaimana jika yang diserang adalah H pada gugus COOH pada asam salisilat tersebut?
2.Permasalahan Desti Ramadani (010)
pada proses pembuatan aspirin dengan reaksi esterifikasi ini ditambahkan katalis seperti H2SO4/ H3PO4 untuk mempercepat laju reaksi Lantas mengapa dilakukan pemanasan lgi untuk mempercepat reaksi padahal kita sudah menggunakan katalis dalam reaksi ini?
3.Permasalahn nabilah
Aspirin dibuat dengan mereaksikan asam salisilat dengan anhidrida asam asetat menggunakan katalis 85% H3PO4 sebagai zat penghidrasi. Bagaimana jika asam salisilat direaksikan dengan menggunakan katalis asam lainnya ataupun basa?
4.Permasalahan sandi.(041)
Aspirin (asam asetil salisilat) merupakan salah satu turunan dari fenol morohidris ialahh fenol dengan satu gugus hidroksil yang berikatan pada inti aromatis dimn Fenol tidak dapat direakksi dalam air.lalu mengapa pada pembuatan aspirin membutuhkan air sedangkan pada berbagai uji coba itu lebih ke pelarut lainnya seperti etanol?
5.Denora Situmorang (056)
Kenapa sintesis Aspirin dalam mereaksikan asam salisilat dengan asam asetat dibutuhkan adanya katalis asam?
6.Mashita (083)
Apa yang terjadi jika aspirin atau asam asetil salisilat di reaksikan dengan asam asetat anhidrat?
link diskusi :
Komentar
Posting Komentar